Apakah Semua Gitaris Mengenal Capo. Dalam Permainan Gitar Tidak Hanya Teknik Saja Yang Harus Kita Kuasai. Ada Juga Berbagai Teknis Yang Patut Diketahui, Seperti Pemilihan Part Sampai Aksesoris Yang Keduanya Memiliki Bermacam Jenis Dan Fungsi Yang Berbeda.
By AUDIOPRO
Untuk aksesoris sendiri, banyak macamnya mulai dari tuner, strap, string winders, humidifiers, sound hole, capo dan lain sebagainya. Namun kali ini, Kami hanya akan membahas salah satunya, yaitu capo.
Pengertian dan Sejarah Kapo
Capo adalah perangkat yang dipasang di fret untuk menekan string gitar maupun instrumen musik bedawai lainnya. Sehingga menaikkan pitch nada pada open string secara bersamaan dan mempermudah saat memainkan barre chord. Capo terbuat dari bahan bermacam-macam, pada umumnya ada yang terbuat dari plastik, aluminium, atau besi. Istilah capo pertama kali di gunakan oleh Giovanni Battista Doni seorang Italian musicologist yang mempelajari musik kuno secara ekstensif dalam bukunya yang berjudul ‘Annotazioni’ pada tahun 1640 untuk menggambarkan nut pada viola da gamba. Meskipun penggunaan capo di mulai awal abad ke-17. Capo pertama kali dipatenkan oleh James Ashborn dari Walcottville, Connecticut, Amerika Serikat yang merupakan seorang luthier.
Fungsi Capo
Banyak sekali teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan variasi dalam permainan gitar, salah satunya adalah penggunaan Capo. Tidak hanya seorang gitaris ngerstyle, capo juga banyak digunakan oleh gitaris yang ingin mendapatkan unisound dari rhytem yang di mainkan.
Adapun fungsi dari capo adalah untuk :
- Transpose chord
Terkadang nada sebuah lagu tidak sama dengan nada dasar suara kita, namun jika mengikuti suara dasar kita, maka chord lagu asli akan berubah. Disinilah fungsi capo. Kita tidak perlu repot mencari chord dari nada dasar suara Kita tadi, cukup menggeser capo hingga menemukan suara yang pas untuk ambil dan menyanyikan lagu. - Eksplorasi tone untuk duo gitar
Tidak ada salahnya gitaris melakukan eksplorasi agar nada yang dihasilkan memiliki tone yang lebih kaya. Apalagi jika bermain instrumental dengan dua gitar maka nada yang dihasilkan akan terdengar lebih variatif jika salah satu pemain gitar mengambil nada tinggi. Biasanya untuk mengambil nada tinggi ini salah satu pemain gitar menggunakan capo. Sehingga perpaduan kedua gitar tersebut akan terdengar lebih harmonis.
Prinsip Kerja dan Cara Menggunakan Capo
Pada dasarnya ada dua jenis chord yang di mainkan oleh gitaris. Open chord yang menggunakan open string dan barre chord yang tidak menggunakan open string dimana satu jari digunakan untuk menutupi dua atau lebih string. Dari chord tersebutlah prinsip kerja capo tercipta. Prinsip kerja dan desain capo pada dasarnya adalah untuk menjepit senar yang bisa di aplikasikan dimana saja pada fretboard. Misalnya, jika Kita menempatkan capo di fret ke-2 dan memainkan chord C, maka suara yang akan keluar dari gitar adalah chord D.
Dengan bentuk chord yang sama, dalam hal ini C, capo akan menaikan picth. Konsep inilah yang menjadi prinsip dasar kerja capo. cukup menggeser capo pada fret yang kita inginkan lalu mainkan chord sederhana atau dasar, capo akan menaikkan pitch nada atau chord yang dimainkan tanpa merubah chord dasar.
Pemasangan capo cukup simple, hanya memasang di atas fretboard. Namun ada hal yang harus di perhatikan sebelum memasang capo. Anda harus mentune terlebih dahulu, karena jika capo sudah terpasang, akan sedikit sulit mentune karena string pada gitar sudah terjepit capo akan sedikit keras untuk di putar lebih kencang. Penggunaan capo juga akan menyebabkan string out tune, untuk itu ada baiknya untuk memeriksa tune setiap memasang atau melepas capo.


Tipe Capo
Seiring berkembangnya tekhnologi dan kebutuhan, capo memiliki variasi dalam bentuknya. Saat ini capo mempunyai desain lebih fungsional dan bervariasi. Berikut ini adalah tipe capo yang beredar di pasaran :
- Capo Standar
Capo ini berbentuk seperti penjepit yang memiliki fungsi untuk menaikan nada open string atau los senar secara keseluruhan dari senar 1 sampai 6. Bentuknya standar dan berbahan dasar besi ringan dengan dilapisi karet atau busa didalamnya yang bertujuan untuk menjaga agar neck dan fretboard tidak lecet dan rusak.

2. Capo Tuner
Capo jenis ini memiliki bentuk seperti capo standar, namun dilengkapi tuner dengan display yang memudahkan para gitaris untuk tetap menjaga nada gitar tetap in-tune saat memasang atau melepas capo. Apalagi penggunaan capo sangat rentan menyebabkan tune naik atau turun.

Teks: Ressa SM
Jangan lupa ya Follow Instagram Audiopro.Indonesia

Masih banyak artikel menarik lainnya di majalah digital Audiopro. Dapatkan secara langsung dan mudah, klik DOWNLOAD disini.